Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Analisis Teknis dan Dasar-dasarnya

Apa Itu Analisis Teknis?

Analisis teknis adalah disiplin perdagangan (trading) yang digunakan untuk mengevaluasi investasi dan mengidentifikasi peluang perdagangan dengan menganalisis trend statistik yang dikumpulkan dari aktivitas perdagangan, seperti pergerakan harga dan volume.

Tidak seperti analisis fundamental, yang mencoba mengevaluasi nilai sekuritas berdasarkan hasil bisnis seperti penjualan dan pendapatan, analisis teknis berfokus pada studi harga dan volume. Alat analisis teknis digunakan untuk meneliti cara penawaran dan permintaan sekuritas yang akan mempengaruhi perubahan harga, volume dan volatilitas tersirat. Analisis teknis selain sering digunakan untuk menghasilkan sinyal perdagangan jangka-pendek dari berbagai alat pembuatan bagan, analisis ini juga dapat membantu meningkatkan evaluasi kekuatan atau kelemahan sekuritas relatif terhadap pasar yang lebih luas atau salah satu sektornya. Informasi ini membantu analis meningkatkan estimasi penilaian keseluruhan.

Analisis teknis dapat digunakan pada sekuritas apa pun dengan data historis perdagangan. Ini termasuk sahamfutureskomoditas, (fixed income) pendapatan tetap, mata uang, dan sekuritas lainnya. Dalam tutorial ini, kami biasanya akan menganalisis saham dalam contoh kami, namun perlu diingat bahwa konsep ini dapat diterapkan pada semua jenis sekuritas. Faktanya, analisis teknis jauh lebih lazim di pasar komoditas dan forex dimana para trader fokus pada pergerakan harga jangka-pendek.

Baca juga: Tentang Anak Perusahaan—Subsidiary

 

KUNCI PENTING

  • Analisis teknis adalah disiplin perdagangan yang digunakan untuk mengevaluasi investasi dan mengidentifikasi peluang perdagangan dalam tren harga dan pola yang terlihat pada grafik.
  • Analis teknis percaya aktivitas perdagangan masa lalu dan perubahan harga sekuritas dapat menjadi indikator berharga pada pergerakan harga sekuritas di masa depan.
  • Analisis teknis dapat dikontraskan dengan analisis fundamental, yang berfokus pada keuangan perusahaan daripada pola harga historis atau tren saham.

 

Dasar-dasar Analisis Teknis

Analisis teknis yang kita kenal sekarang, pertama kali diperkenalkan oleh Charles Dow dan Teori Dow pada akhir tahun 1800-an. Beberapa peneliti penting termasuk William P. Hamilton, Robert Rhea, Edson Gould, dan John Magee selanjutnya berkontribusi pada konsep Teori Dow yang membantu membentuk dasarnya. Di zaman modern, analisis teknis telah berkembang dengan memasukkan ratusan pola dan sinyal yang dikembangkan melalui penelitian selama bertahun-tahun.

Analisis teknis beroperasi dari asumsi bahwa aktivitas perdagangan masa lalu dan perubahan harga suatu sekuritas dapat menjadi indikator berharga pada pergerakan harga sekuritas di masa depan ketika dipasangkan dengan aturan investasi atau perdagangan yang tepat. Analis profesional sering menggunakan analisis teknis bersamaan dengan bentuk penelitian lain. Trader ritel dapat membuat keputusan hanya berdasarkan grafik harga sekuritas dan statistik serupa, namun analis ekuitas yang terlatih jarang membatasi penelitian mereka hanya pada analisis fundamental atau teknis.

Di antara analis profesional, Asosiasi CMT menyediakan koleksi terbesar dari analis charter atau bersertifikat yang menggunakan analisis teknis secara profesional di seluruh dunia. Penunjukan Chartered Market Technician (CMT) dari asosiasi dapat diperoleh setelah tiga level ujian yang mencakup pandangan luas dan mendalam pada alat analisis teknis. Hampir sepertiga dari pemegang charter CMT juga merupakan pemegang charter Certified Financial Analyst (CFA). Hal ini menunjukkan seberapa baik kedua disiplin ini memperkuat satu sama lain.

 

Asumsi yang Mendasari Analisis Teknis

Terdapat dua metode utama yang digunakan untuk menganalisis sekuritas dan membuat keputusan investasi:  analisis fundamental  dan analisis teknis. Analisis fundamental melibatkan analisis laporan keuangan perusahaan untuk menentukan nilai wajar (fair value) bisnis, sedangkan analisis teknis mengasumsikan bahwa harga sekuritas sudah mencerminkan semua informasi yang tersedia untuk umum dan sebaliknya berfokus pada analisis statistik pergerakan harga. Analisis teknis mencoba memahami sentimen pasar di balik tren harga dengan mencari pola dan tren daripada menganalisis atribut fundamental sekuritas.

Charles Dow merilis serangkaian editorial yang membahas teori analisis teknis. Tulisannya mencakup dua asumsi dasar yang terus membentuk kerangka kerja analisis teknis perdagangan.

  1. Pasar akan efisien dengan nilai yang mewakili faktor-faktor yang mempengaruhi harga sekuritas, tetapi
  2. Meskipun pergerakan harga pasar acak tampaknya bergerak dalam pola dan tren yang dapat diidentifikasi yang cenderung berulang seiring waktu.

Saat ini bidang analisis teknis dibangun di atas pekerjaan Dow. Analis profesional biasanya menerima tiga asumsi umum untuk disiplin ini:

1: Pasar mendiskonto segalanya

Analis teknis percaya bahwa segala sesuatu, mulai dari fundamental perusahaan hingga faktor pasar yang luas seperti psikologi pasar sudah diperhitungkan dalam saham. Sudut pandang ini sejalan dengan Hipotesis Pasar Efisien—Efficient Market Hypothesis (EMH) yang mengasumsikan kesimpulan serupa tentang harga. Satu-satunya yang tersisa adalah analisis pergerakan harga, yang oleh para analis teknikal dipandang sebagai produk dari penawaran dan permintaan untuk suatu saham tertentu di pasar.

2: Harga bergerak dalam tren

Analis teknis memperkirakan bahwa harga, bahkan dalam pergerakan pasar acak, akan menunjukkan trennya terlepas dari kerangka waktu yang diamati. Dengan kata lain, harga saham lebih cenderung melanjutkan tren masa lalu daripada bergerak tidak menentu. Sebagian besar strategi perdagangan teknis didasarkan pada asumsi ini.

3: Sejarah cenderung berulang

Analis teknis percaya bahwa sejarah cenderung terulang kembali. Sifat pergerakan harga yang berulang sering dikaitkan dengan psikologi pasar, yang cenderung sangat dapat diprediksi berdasarkan emosi seperti ketakutan atau kegembiraan. Analisis teknis menggunakan pola grafik untuk menganalisis emosi dan pergerakan pasar untuk memahami tren. Meskipun banyak bentuk analisis teknikal telah digunakan selama lebih dari 100 tahun, namun hal ini diyakini masih relevan karena menggambarkan pola pergerakan harga yang sering berulang.

 

Bagaimana Analisis Teknis Digunakan

Analisis teknis mencoba meramalkan pergerakan harga pada hampir semua instrumen yang dapat diperdagangkan yang umumnya tunduk pada kekuatan penawaran dan permintaan, termasuk saham, obligasi, fuures, dan pasangan mata uang. Faktanya, beberapa melihat analisis teknis hanya sebagai studi tentang kekuatan penawaran dan permintaan sebagaimana tercermin dalam pergerakan harga pasar suatu sekuritas. Analisis teknis paling umum berlaku untuk perubahan harga, tetapi beberapa analis melacak angka selain harga, seperti volume perdagangan atau angka minat terbuka.

Di seluruh industri terdapat ratusan pola dan sinyal yang telah dikembangkan oleh para peneliti untuk mendukung perdagangan analisis teknis. Analis teknis juga telah mengembangkan berbagai jenis sistem perdagangan untuk membantu mereka meramalkan dan memperdagangkan pergerakan harga. Beberapa indikator difokuskan terutama untuk mengidentifikasi tren pasar saat ini, termasuk area support dan resistance, sedangkan yang lain difokuskan untuk menentukan kekuatan tren dan kemungkinan kelanjutannya. Indikator teknis dan pola grafik yang umum digunakan termasuk trendline, channels, moving average, dan indikator momentum.

Secara umum, analis teknis melihat berbagai jenis indikator sebagai berikut:

  • Tren harga
  • Pola grafik
  • Indikator volume dan momentum
  • Oscillators
  • Moving averages
  • Level support dan resistance

 

Perbedaan Antara Analisis Teknis Dan Analisis Fundamental

Analisis fundamental dan analisis teknis, aliran pemikiran utama yang muncul saat berada pasar, berada di ujung spektrum yang berlawanan. Kedua metode tersebut digunakan untuk meneliti dan meramalkan tren masa depan dalam harga saham, dan seperti strategi atau filosofi investasi lainnya, keduanya memiliki pendukung dan musuh.

Analisis fundamental adalah metode mengevaluasi sekuritas dengan mencoba mengukur nilai intrinsik suatu saham. Analis fundamental mempelajari segala sesuatu mulai dari kondisi ekonomi dan industri secara keseluruhan hingga kondisi keuangan dan manajemen perusahaan.  Penghasilan, pengeluaran, aset dan liabilitas adalah karakteristik penting bagi analis fundamental.

Analisis teknis berbeda dari analisis fundamental karena harga dan volume saham adalah satu-satunya input. Asumsi intinya adalah bahwa semua fundamental yang diketahui menjadi faktor harga; jadi, tidak perlu memperhatikan mereka. Analis teknis tidak mencoba mengukur nilai intrinsik sekuritas, tetapi menggunakan grafik saham untuk mengidentifikasi pola dan tren yang menyarankan apa yang akan dilakukan saham di masa depan.

Baca juga: Pembahasan Analisis SWOT

 

Keterbatasan Analisis Teknis

Beberapa analis dan peneliti akademis berharap EMH menunjukkan mengapa mereka tidak boleh mengharapkan informasi yang dapat ditindaklanjuti terkandung dalam historis harga dan data volume historis. Namun, dengan alasan yang sama, fundamental bisnis tidak boleh memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti. Sudut pandang ini dikenal sebagai kelemahan dan bentuk kekuatan-semi dari EMH.

Kritik lain dari analisis teknis adalah bahwa sejarah tidak terulang dengan benar-benar sama, sehingga studi pola harga menjadi meragukan dan dapat diabaikan. Harga tampaknya lebih baik dimodelkan dengan asumsi jalan acak.

Kritik ketiga dari analisis teknis adalah bahwa ia bekerja dalam beberapa kasus tetapi hanya karena ia merupakan ramalan yang terwujud dengan sendirinya. Misalnya, banyak trader teknis akan menempatkan pesanan stop-loss dibawah moving average 200-day dari perusahaan tertentu. Jika sebagian besar pedagang telah melakukannya dan saham mencapai harga tersebut, akan ada banyak sell order, yang akan menekan saham, mengkonfirmasi pergerakan trader yang diantisipasi.

Kemudian, trader lain akan melihat harga turun dan juga menjual posisi mereka, memperkuat kekuatan tren. Tekanan jual jangka-pendek ini dapat dianggap terpenuhi dengan sendirinya, tetapi tidak banyak berpengaruh pada harga aset berminggu-minggu atau berbulan-bulan dari sekarang. Singkatnya, jika cukup banyak orang menggunakan sinyal yang sama, mereka dapat menyebabkan pergerakan yang diramalkan oleh sinyal tersebut, tetapi dalam jangka panjang kelompok trader tunggal ini tidak dapat mendorong harga.

 

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda