Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa yang Dimaksud dengan Margin?

Apa yang Dimaksud Dengan Margin?

Margin adalah uang yang dipinjam dari perusahaan pialang untuk membeli investasi. Margin merupakan selisih antara nilai total sekuritas yang disimpan di akun investor dan jumlah pinjaman dari broker. Membeli dengan margin berarti tindakan meminjam uang untuk membeli sekuritas. Praktiknya termasuk membeli aset dimana pembeli hanya membayar persentase dari nilai aset dan meminjam sisanya dari bank atau broker. Broker bertindak sebagai pemberi pinjaman dan sekuritas di akun investor bertindak sebagai jaminan.

Dalam konteks bisnis umum, margin adalah selisih antara harga jual produk atau jasa dengan biaya produksi, atau rasio laba terhadap pendapatan. Margin juga dapat mengacu pada porsi suku bunga pada hipotek dengan sebuah adjustable-rate mortgage (ARM) yang ditambahkan ke tingkat indeks penyesuaian.

Baca juga: Pengertian Ltd. (Limited)

 

Memahami Margin

Margin merujuk pada jumlah ekuitas yang dimiliki investor di akun pialang mereka. “To margin” atau “to buy on margin” berarti menggunakan uang yang dipinjam dari broker untuk membeli sekuritas. Anda harus memiliki akun margin untuk melakukannya, bukan sekedar akun broker standar. Akun margin adalah akun perantara dimana broker meminjamkan uang kepada investor untuk membeli lebih banyak sekuritas dari apa yang bisa mereka beli dengan saldo di akun mereka.

Menggunakan margin untuk membeli sekuritas secara efektif sama seperti menggunakan uang tunai atau sekuritas yang sudah ada di akun Anda sebagai jaminan pinjaman. Pinjaman yang dijaminkan sejalan dengan tingkat bunga berkala yang harus dibayarkan. Investor menggunakan uang pinjaman, atau leverage, oleh karena itu kerugian dan keuntungan akan diperbesar sebagai hasilnya. Investasi margin dapat menguntungkan jika investor mengantisipasi mendapatkan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi daripada apa yang dia bayarkan sebagai bunga pinjaman.

Misalnya, jika Anda memiliki persyaratan margin awal 60% untuk akun margin, dan Anda ingin membeli sekuritas senilai $10.000, maka margin Anda adalah $6.000, dan Anda dapat meminjam sisanya dari broker.

 

KUNCI PENTING

  • Margin adalah uang yang dipinjam dari broker untuk membeli investasi dan merupakan selisih antara total nilai investasi dan jumlah pinjaman.
  • Trading margin merujuk pada praktik penggunaan dana pinjaman dari broker untuk memperdagangkan aset keuangan, yang menjadi jaminan atas pinjaman dari borker.
  • Akun margin adalah akun perantara standar dimana investor diizinkan untuk menggunakan uang tunai atau sekuritas di akun mereka sebagai jaminan untuk pinjaman.
  • Leverage yang diberikan oleh margin akan cenderung memperbesar keuntungan dan kerugian. Jika terjadi kerugian, margin call mungkin mengharuskan broker Anda melikuidasi sekuritas tanpa dimintai persetujuan sebelumnya.

 

Buying on Margin

Buying on Margin adalah meminjam uang dari broker untuk membeli saham. Anda dapat menganggapnya sebagai pinjaman dari broker. Trading margin memungkinkan Anda membeli lebih banyak saham daripada biasanya. Untuk trading menggunakan margin, Anda membutuhkan akun margin. Akun ini berbeda dari akun tunai biasa, dimana Anda melakukan trading menggunakan uang di akun tersebut.

Secara hukum, broker Anda diharuskan mendapatkan persetujuan Anda untuk membuka akun margin. Akun margin dapat menjadi bagian dari perjanjian pembukaan akun standar Anda atau mungkin merupakan perjanjian yang sepenuhnya terpisah. Investasi awal minimal sebesar $2.000 diperlukan untuk membuka akun margin, meskipun beberapa broker memerlukan lebih dari angka tersebut. Setoran awal ini dikenal sebagai margin minimum. Setelah akun dibuka dan beroperasi, Anda dapat meminjam hingga 50% dari harga pembelian saham. Porsi dari harga pembelian yang Anda setorkan ini dikenal sebagai margin awal. Penting untuk diketahui bahwa Anda tidak harus melakukan margin hingga 50%. Anda dapat meminjam lebih sedikit, misalnya 10% atau 25%. Ketahuilah bahwa beberapa broker mengharuskan Anda menyetor lebih dari 50% dari harga pembelian.

Anda dapat menyimpan pinjaman Anda selama yang Anda inginkan, asalkan Anda memenuhi kewajiban Anda seperti membayar bunga tepat waktu atas dana yang Anda dipinjam. Saat Anda menjual saham dalam akun margin, hasilnya akan masuk ke broker Anda untuk pembayaran kembali pinjaman sampai lunas. Terdapat juga batasan yang disebut margin pemeliharaan (maintenance margin), yaitu saldo akun minimum yang harus Anda pertahankan sebelum broker memaksa Anda untuk menyetor lebih banyak dana atau menjual saham untuk membayar pinjaman Anda. Jika hal ini terjadi, kejadian ini dikenal sebagai margin call. Margin call secara efektif merupakan permintaan dari broker Anda agar Anda menambahkan uang ke akun Anda atau menutup posisi untuk mengembalikan akun Anda ke level yang diperlukan. Jika Anda tidak memenuhi margin call, perusahaan pialang Anda dapat menutup posisi terbuka untuk mengembalikan akun Anda ke nilai minimum. Perusahaan pialang Anda dapat melakukan ini tanpa persetujuan Anda dan dapat memilih posisi mana yang akan dilikuidasi. Selain itu, perusahaan pialang Anda dapat membebankan komisi untuk transaksi tersebut. Anda bertanggung jawab atas kerugian yang diderita selama proses ini, dan perusahaan pialang Anda mungkin melikuidasi saham atau kontrak yang cukup besar untuk melebihi persyaratan margin awal.

Pertimbangan Khusus

Meminjam uang bukannya tanpa biaya. Memang, sekuritas yang Anda miliki di dalam akun margin adalah sebuah jaminan. Namun, Anda juga tetap harus membayar bunga pinjaman Anda. Biaya bunga akan dimasukan ke akun Anda kecuali Anda memutuskan untuk melakukan pembayaran. Seiring waktu, tingkat hutang Anda meningkat seiring dengan bertambahnya biaya bunga Anda. Ketika hutang meningkat, biaya bunga meningkat, dan seterusnya. Oleh karena itu, buy on margin utamanya digunakan untuk investasi jangka pendek. Semakin lama Anda menahan investasi, semakin besar pengembalian yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas. Jika Anda menahan investasi pada margin untuk jangka waktu yang lama, kemungkinan Anda akan mendapat untung semakin menajuh.

Tidak semua saham memenuhi syarat untuk dibeli dengan margin. Federal Reserve Board telah membuat aturan saham mana saja yang mendapat margin. Sebagai aturan praktis, broker tidak akan mengizinkan pelanggan untuk membeli penny stock, over-the-counter Bulletin Board (OTCBB) atau initial public offerings (IPO) dengan margin karena terdapat risiko day-to-day yang terlibat dengan jenis-jenis saham ini. Pialang individu juga dapat memutuskan untuk tidak melakukan margin pada saham tertentu, jadi tanyakan kepada mereka untuk melihat batasan apa yang ada pada akun margin Anda.

 

Contoh Daya Beli

Misalnya Anda menyetor $10.000 di akun margin Anda. Karena Anda memasang 50% dari harga beli, ini berarti Anda memiliki daya beli senilai $20.000. Kemudian, jika Anda membeli saham senilai $5.000, Anda masih memiliki sisa daya beli $15.000. Anda memiliki cukup uang untuk menutupi transaksi ini dan ini berarti Anda belum memanfaatkan margin Anda. Anda mulai meminjam uang hanya jika Anda membeli sekuritas yang bernilai lebih dari $10.000.

Hal ini membawa kita ke poin penting: daya beli akun margin berubah setiap hari tergantung pada pergerakan harga sekuritas yang memiliki margin di akun tersebut. Nanti di tutorial, kita akan membahas apa yang terjadi ketika sekuritas naik atau turun.

 

Baca juga: Pembahasan Ekonomi Makro

 

Penggunaan Margin Lainnya

Margin Akuntansi – Dalam akuntansi bisnis, margin merujuk pada perbedaan antara pendapatan dan biaya, dimana bisnis biasanya melacak margin laba kotor, margin operasi, dan margin laba bersihnya. Margin laba kotor mengukur hubungan antara pendapatan perusahaan dan harga pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS). Margin laba operasi memperhitungkan COGS dan biaya operasi dan membandingkannya dengan pendapatan, dan margin laba bersih memperhitungkan semua biaya, pajak, dan bunga dalam akun.

Margin dalam Pinjaman Hipotek – adjustable-rate mortgage (ARM) menawarkan suku bunga tetap untuk periode waktu perkenalan, dan kemudian tarifnya disesuaikan. Untuk menentukan kurs baru, bank menambahkan margin ke indeks yang sudah mapan. Dalam kebanyakan kasus, margin tetap sama selama masa pinjaman, tetapi tingkat indeks berubah. Untuk memahami ini lebih jelas, bayangkan hipotek dengan suku bunga yang dapat disesuaikan memiliki margin 4% dan diindeks ke Indeks Treasury. Jika Indeks Treasury adalah 6%, tingkat bunga hipotek adalah tingkat indeks 6% ditambah margin 4%, atau sama dengan 10%.

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda