Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa yang Dimaksud dengan Valuasi

Apa yang Dimaksud dengan Valuasi

Apa Itu Valuasi?

Valuasi adalah proses analitis untuk menentukan nilai aset atau perusahaan saat ini (atau yang diproyeksikan). Terdapat banyak teknik yang dapat digunakan untuk melakukan valuasi. Seorang analis menempatkan nilai pada perusahaan dengan melihat manajemen bisnis, komposisi struktur modalnya, prospek pendapatan di masa depan, dan nilai pasar asetnya, di antara metrik lainnya.

Analisis fundamental sering digunakan dalam valuasi, meskipun beberapa metode lain dapat digunakan seperti model penetapan harga aset modal (CAPM) atau model diskon dividen (DDM).

 

KUNCI PENTING

  • Valuasi adalah proses kuantitatif untuk menentukan nilai wajar (fair value) suatu aset atau perusahaan.
  • Secara umum, suatu perusahaan dapat dinilai sendiri secara absolut, atau secara relatif dibandingkan dengan perusahaan atau aset serupa lainnya.
  • Terdapat beberapa metode dan teknik untuk sampai pada suatu valuasi — yang masing-masing dapat menghasilkan nilai yang berbeda.
  • Valuasi dapat dengan cepat dipengaruhi oleh pendapatan perusahaan atau peristiwa ekonomi yang memaksa analis untuk memperlengkapi kembali model valuasi mereka.

Baca juga: Memahami Istilah Upside dalam Investasi

 

Apa yang Dikatakan Valuasi kepada Anda?

Valuasi dapat berguna ketika Anda mencoba untuk menentukan nilai wajar (face value) sekuritas, yang ditentukan oleh seberapa besar keinginan pembeli untuk membayar penjual, dengan asumsi kedua belah pihak melakukan transaksi dengan sukarela. Ketika sekuritas diperdagangkan di bursa, pembeli dan penjual menentukan nilai pasar saham atau obligasi.

Konsep nilai intrinsik, bagaimanapun, merujuk pada nilai yang dirasakan dari sekuritas berdasarkan pendapatan masa depan atau beberapa atribut perusahaan lain yang tidak terkait dengan harga pasar sekuritas. Di situlah valuasi ikut bermain. Analis melakukan valuasi untuk menentukan apakah suatu perusahaan atau aset dinilai terlalu tinggi atau kurang dihargai oleh pasar.

 

Dua Kategori Utama Metode Valuasi

Model valuasi absolut mencoba menemukan nilai intrinsik atau nilai “sebenarnya” dari sebuah investasi hanya berdasarkan pada fundamental. Melihat fundamental berarti Anda hanya akan fokus pada hal-hal seperti dividen, arus kas, dan tingkat pertumbuhan untuk satu perusahaan, dan tidak memperhitungkan perusahaan lain. Model valuasi yang termasuk dalam kategori ini antara lain model diskonto dividen, model arus kas diskonto, model pendapatan sisa, dan model berbasis aset.

Model valuasi relatif, sebaliknya, beroperasi dengan membandingkan perusahaan yang bersangkutan dengan perusahaan serupa lainnya. Metode ini melibatkan penghitungan kelipatan dan rasio, seperti kelipatan harga terhadap penghasilan, dan membandingkannya dengan kelipatan perusahaan serupa.

Misalnya, jika P/E perusahaan lebih rendah dari kelipatan P/E dari perusahaan yang sebanding, perusahaan asli mungkin dianggap undervalued. Biasanya, model valuasi relatif jauh lebih mudah dan lebih cepat untuk dihitung daripada model valuasi absolut , itulah sebabnya banyak investor dan analis memulai analisis mereka dengan model ini.

 

Bagaimana Laba Mempengaruhi Valuasi

Rumus laba per saham (EPS) dinyatakan sebagai laba yang tersedia untuk pemegang saham biasa dibagi dengan jumlah saham-saham biasa. EPS adalah indikator keuntungan perusahaan karena semakin banyak pendapatan yang dapat dihasilkan perusahaan per saham, semakin berharga setiap saham bagi investor.

Analis juga menggunakan rasio price-to-earnings (P/E) untuk valuasi saham, yang dihitung sebagai harga pasar per saham dibagi EPS. Rasio P/E menghitung seberapa mahal harga saham relatif terhadap pendapatan yang dihasilkan per saham.

Misalnya, jika rasio P/E suatu saham adalah 20 kali laba, seorang analis membandingkan rasio P/E tersebut dengan perusahaan lain dalam industri yang sama dan dengan rasio untuk pasar yang lebih luas. Dalam analisis ekuitas, menggunakan rasio seperti P/E untuk menilai perusahaan disebut valuasi berbasis multiples, atau pendekatan multiples. Kelipatan lainnya, seperti EV/ EBITDA, dibandingkan dengan perusahaan sejenis dan kelipatan historis untuk menghitung nilai intrinsik.

 

Metode Valuasi

Terdapat berbagai cara untuk melakukan valuasi. Analisis arus kas diskonto yang disebutkan di atas adalah salah satu metode yang menghitung nilai bisnis atau aset berdasarkan potensi pendapatannya. Metode lain termasuk melihat transaksi masa lalu dan serupa dari perusahaan atau pembelian aset, atau membandingkan perusahaan dengan bisnis serupa dan valuasinya.

Analisis perusahaan yang sebanding adalah metode yang melihat perusahaan sejenis, dalam hal ukuran dan industri, dan cara mereka perdagangan denagn tujuan menentukan nilai wajar untuk sebuah perusahaan atau aset. Metode transaksi masa lalu melihat transaksi masa lalu dari perusahaan serupa untuk menentukan nilai yang sesuai. Ada juga metode valuasi berbasis aset, yang menjumlahkan semua nilai aset perusahaan, dengan asumsi mereka dijual pada nilai wajar pasar, untuk mendapatkan nilai intrinsik.

Beberapa terkadang melakukan semua hal ini lalu kemudian menimbang masing-masing untuk menghitung nilai intrinsik. Meski demikian, beberapa metode lebih cocok untuk industri tertentu dan tidak cocok untuk industri lainnya. Misalnya, Anda tidak akan menggunakan pendekatan valuasi berbasis aset untuk menilai perusahaan konsultan yang memiliki sedikit aset; sebaliknya, pendekatan berbasis pendapatan seperti DCF akan lebih tepat untuk perusahaan semacam perusahaan konsultan.

 

Valuasi Arus Kas Diskonto

Analis juga menempatkan nilai pada aset atau investasi menggunakan arus masuk dan arus kas keluar yang dihasilkan oleh aset, yang disebut analisis arus kas diskonto—discount cash flow (DCF). Arus kas ini didiskontokan menjadi nilai saat ini dengan menggunakan tingkat diskonto, yang merupakan asumsi tentang suku bunga atau tingkat pengembalian minimum yang diasumsikan oleh investor.

Jika sebuah perusahaan membeli sebuah mesin, perusahaan tersebut menganalisis arus kas keluar untuk pembelian tersebut dan arus kas masuk tambahan yang dihasilkan oleh aset baru. Semua arus kas didiskontokan menjadi nilai saat ini, dan bisnis menentukan nilai bersih saat ini—net present value (NPV). Jika NPV adalah angka positif, perusahaan harus melakukan investasi dan membeli aset tersebut.

Baca juga: Pembahasan Unicorn—Perusahaan Startup

 

Batasan Valuasi

Saat memutuskan metode valuasi mana yang akan digunakan untuk menilai saham untuk pertama kalinya, Anda akan mudah untuk kewalahan dengan banyaknya teknik valuasi yang tersedia bagi investor. Terdapat metode valuasi yang cukup mudah sementara yang lain lebih dalam dan rumit.

Sayangnya, tidak ada satu metode yang paling cocok untuk setiap situasi. Setiap saham berbeda, dan setiap industri atau sektor memiliki karakteristik unik yang mungkin memerlukan beberapa metode valuasi. Pada saat yang sama, metode valuasi yang berbeda akan menghasilkan nilai yang berbeda untuk aset dasar yang sama atau perusahaan yang dapat mengarahkan analis untuk menggunakan teknik yang memberikan hasil yang paling disukai.

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda