Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Pengertian Internet Service Provider (ISP)

Pengertian Internet Service Provider (ISP)

Apa itu Internet Service Provider (ISP)?

Istilah Internet Service Provider (ISP) atau dalam bahasa Penyedia Jasa Internet (JSI) merujuk pada perusahaan yang menyediakan akses ke internet baik untuk pelanggan pribadi maupun bisnis. ISP memungkinkan pelanggan mereka menjelajahi web, berbelanja online, menjalankan bisnis, dan terhubung dengan keluarga dan teman — semuanya dengan biaya tertentu. ISP juga dapat menyediakan layanan lain termasuk layanan email, pendaftaran domain, hosting web, dan paket browser. ISP juga dapat disebut sebagai penyedia layanan informasi, penyedia layanan penyimpanan, penyedia layanan internet (INSP), atau kombinasi dari ketiganya berdasarkan layanan yang ditawarkan perusahaan penyedia.

 

KUNCI PENTING

  • Internet Service Provider (ISP) adalah perusahaan yang menyediakan akses web untuk bisnis dan konsumen pribadi.
  • ISP juga dapat menyediakan layanan lain seperti layanan email, pendaftaran domain, hosting web, dan layanan browser.
  • ISP dianggap sebagai penyedia layanan informasi (information service provider), penyedia layanan penyimpanan (storage service provider), penyedia layanan jaringan internet (internet network service provider), atau campuran dari semuanya.
  • Penggunaan internet telah berkembang dari hanya mereka yang memiliki akun universitas atau pemerintah yang memiliki akses ke hampir semua orang yang memiliki akses, baik itu berbayar atau gratis.
  • Akses telah beralih dari koneksi dial-up ke teknologi broadband berkecepatan tinggi.

Baca juga: Memahami Invoice (Faktur)

 

Memahami Internet Service Provider (ISP)

Layanan internet pada awalnya terbatas pada lembaga pemerintah dan departemen universitas tertentu. Teknologi ini dikembangkan untuk menyediakan akses ke masyarakat umum melalui World Wide Web pada akhir 1980-an. Konsumen dapat memperoleh akses terbatas melalui beberapa ISP — America On Line (AOL) menjadi salah satu nama yang paling dikenal pada saat itu — yang menggunakan koneksi dial-up menggunakan saluran telepon.

Jumlah ISP meningkat menjadi beberapa ribu selama pertengahan 1990-an dan peningkatan itu terus berlanjut. Karena opsi untuk konektivitas meningkat dan kecepatan telah beralih dari koneksi dial-up yang lebih lambat, maka lahirlah ekonomi internet. Penyedia mengembangkan teknologi yang lebih maju, memungkinkan pelanggan mengakses kecepatan tinggi melalui teknologi broadband melalui kabel dan modem digital subscriber line (DSL).

Di balik semua ini terdapat jaringan koneksi berlapis-lapis. ISP lokal menjual akses ke pelanggan tetapi membayar ISP yang lebih besar untuk akses mereka sendiri. ISP yang lebih besar ini, pada gilirannya, membayar ISP yang lebih besar untuk akses yang lebih besar. Jejak tersebut mengarah ke operator Tingkat 1 yang dapat mencapai setiap titik akses jaringan tanpa harus membayar untuk akses. Perusahaan Tingkat 1 ini memiliki infrastruktur di wilayahnya.

Seperti disebutkan di atas, Internet Service Provider utamanya menyediakan pelanggan mereka akses ke internet — penyedia akses biasa yang hanya menangani traffic antara individu dan internet secara keseluruhan. Tetapi mungkin juga ada layanan lain yang digabungkan tergantung pada lokasi dan ketersediaan pelanggan. Beberapa dari layanan ini meliputi:

  • Layanan email
  • Layanan web hosting
  • Pendaftaran domain
  • Paket browser dan perangkat lunak

 

Penting: Internet Service Provider utamanya menyediakan akses internet kepada pelanggannya, meskipun layanan lain mungkin juga digabungkan tergantung pada lokasi dan ketersediaannya.

Baca juga: Mempelajari Investasi Internasional

 

Pertimbangan Khusus

Konsumen dan bisnis mulai terbiasa dengan gagasan bahwa mereka harus dapat terhubung ke internet dari mana saja — baik di rumah atau saat duduk di kedai kopi lokal. Untuk menghadirkan konektivitas dengan kecepatan tinggi, perusahaan harus berinvestasi dalam infrastruktur mahal yang mencakup kabel serat optik.

Karena mahalnya biaya investasi, ISP Tier 1 seringkali tampak seperti monopoli di wilayahnya. Jadi, perusahaan tertentu mungkin tampak memiliki kendali dekat atau total atas pasar di wilayah tertentu. Di AS, perusahaan mungkin tampak beroperasi dalam oligopoli daripada monopoli, di mana dua atau lebih perusahaan bekerja sama untuk mencapai keuntungan pasar. Ide ini diperkuat oleh fakta bahwa beberapa ISP besar Amerika menggunakan infrastruktur yang mereka warisi dari monopoli telekomunikasi asli, yaitu Ma Bell. ISP Tier 1 saat ini terus berinvestasi dalam infrastruktur dan mereka mungkin satu-satunya pemain di pasar tersebut sampai teknologi baru yang tidak bergantung pada fiber di lapangan muncul.

Orang lain telah mencoba memasuki pasar ISP Tier 1 dan tampaknya gagal. Alphabet, perusahaan induk Google, menjalankan Google Fiber sebagai bagian dari Access Division — sebuah proyek ambisius untuk membangun jaringan fiber baru di seluruh Amerika Serikat — tetapi rencana ini dikurangi pada tahun 2016. Namun, perusahaan terus menyediakan layanan untuk area yang sudah terpasang.

 

 

Sumber: investopedia.com