Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Tentang Customer to Customer (C2C)

Tentang Customer to Customer (C2C)

Apa itu Customer to Customer (C2C)?

Customer to customer (C2C) adalah model bisnis di  mana pelanggan dapat berdagang satu sama lain, biasanya dalam lingkungan online. Dua implementasi pasar C2C adalah lelang dan iklan rahasia. Pemasaran C2C telah melonjak popularitasnya dengan kedatangan Internet dan perusahaan seperti eBay, Etsy, dan Craigslist.

 

KUNCI PENTING

  • Customer to customer (C2C) adalah model bisnis yang memungkinkan pelanggan untuk berdagang satu sama lain, sering kali dalam lingkungan online.
  • Bisnis C2C adalah jenis model bisnis yang muncul dengan teknologi e-commerce dan ekonomi berbagi.
  • Situs perusahaan C2C online termasuk Craigslist, Etsy, dan eBay, yang menjual produk atau jasa melalui sistem rahasia atau lelang.
  • Beberapa perusahaan C2C mengalami masalah, seperti kurangnya kontrol kualitas dan jaminan pembayaran.

Baca juga: Penjelasan Laba Komprehensif

 

Cara Kerja Customer to Customer (C2C)

C2C mewakili lingkungan pasar di mana satu pelanggan membeli barang dari pelanggan lain menggunakan bisnis atau platform pihak ketiga untuk memfasilitasi transaksi. Perusahaan C2C adalah jenis model bisnis yang muncul dengan teknologi e-commerce dan ekonomi berbagi.

Pelanggan mendapatkan keuntungan dari persaingan untuk mendapatkan produk dan sering kali menemukan barang yang sulit ditemukan di tempat lain. Selain itu, margin bisa lebih tinggi daripada metode penetapan harga tradisional untuk penjual karena ada biaya minimal karena tidak adanya pengecer atau grosir. Situs C2C nyaman karena tidak perlu mengunjungi toko fisik. Penjual mendaftarkan produk mereka secara online, dan pembeli mendatangi mereka.

Sekilas Fakta

“Amazon effect” dinamai menurut peritel online global yang populer dan mengacu pada keuntungan kompetitif yang diperoleh bisnis e-commerce karena lebih banyak pembeli yang melakukan pembelian secara online daripada berbelanja di toko fisik.

 

Jenis Bisnis Customer to Customer (C2C)

Craigslist adalah platform e-commerce yang menghubungkan orang yang mengiklankan produk, layanan, atau situasi. Craigslist tidak hanya menyediakan platform untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan produk tetapi juga memposting iklan baris bulanan, seperti peluang kerja dan daftar properti. Platform ini mengharuskan penjual untuk mengirimkan barang langsung ke pembeli secara langsung.

Etsy memungkinkan pemilik perusahaan untuk membuat situs web khusus mereka untuk memasarkan produk mereka kepada konsumen. Situs C2C menawarkan panduan dan alat untuk menumbuhkan bisnis dengan harga yang bervariasi sesuai dengan tahap pengembangan perusahaan. Ada juga aplikasi “Jual di Etsy” yang membantu mengelola pesanan, listingan, dan kueri pelanggan secara efisien.

eBay menampilkan dua jenis daftar produk: barang harga tetap dan barang lelang. Item harga tetap dapat dibeli dengan cepat dengan memilih tombol Beli Sekarang. Item lelang menampilkan tombol Tempatkan Tawaran untuk memasukkan tawaran dan menunjukkan harga tawaran saat ini. Item ini terbuka untuk tawaran dalam waktu yang telah ditentukan dan dinyatakan “dijual” kepada penawar tertinggi.

 

Pendapatan dan Pertumbuhan Pasar C2C

Situs web C2C dan platform serupa menghasilkan uang dari biaya yang dibebankan kepada penjual untuk mendaftarkan barang untuk dijual, menambahkan fitur promosi, dan memfasilitasi transaksi kartu kredit. Transaksi C2C ini biasanya melibatkan produk bekas yang dijual melalui sistem rahasia atau lelang.

Pasar C2C diproyeksikan akan tumbuh di masa depan karena efektivitas biaya. Biaya penggunaan pihak ketiga menurun, dan jumlah produk yang dijual oleh konsumen terus meningkat. Pengecer menganggapnya sebagai model bisnis yang penting karena popularitas media sosial dan saluran online lainnya. Saluran ini menampilkan produk tertentu yang sudah dimiliki oleh konsumen dan meningkatkan permintaan, yang mendorong peningkatan penjualan online ke platform C2C.

Namun, C2C memiliki masalah seperti kurangnya kontrol kualitas atau jaminan pembayaran. Dalam beberapa kasus, hanya ada sedikit support untuk transaksi kartu kredit, meskipun kemunculan PayPal dan sistem pembayaran serupa lainnya selama bertahun-tahun telah membantu menyederhanakan pembayaran pada platform C2C.

Baca juga: Pengertian Cash on Delivery (COD)

 

Contoh Dunia Nyata dari Customer to Customer (C2C)

Pasar C2C telah meningkat dari waktu ke waktu, karena lebih banyak perusahaan telah memasuki ruang untuk memfasilitasi transaksi C2C. Banyak perusahaan menargetkan ceruk pasar dan membuat daftar produk tertentu untuk menarik konsumen unik.

Misalnya, Amit Lakhotia, mantan wakil presiden pembayaran di Paytm, meninggalkan posisinya pada Januari 2016 untuk mengejar usaha lain, salah satunya adalah Tokopedia, salah satu marketplace online terbesar di Indonesia. Tokopedia adalah pengecer C2C yang menyediakan platform di mana pengusaha dapat membuka  usaha kecil dan menengah (UKM) C2C secara gratis. Antara kuartal kedua 2018 dan kuartal kedua 2019, Tokopedia adalah situs web e-commerce teratas di Indonesia, mendatangkan 140,4 juta kunjungan web.

Pasar C2C semakin populer di antara penjual yang ingin memaksimalkan potensi penjualan mereka dengan terhubung dengan pelanggan yang tidak akan mereka jangkau menggunakan metode penjualan tradisional. Platform online seperti Etsy dan Craigslist menarik bagi pelanggan yang sebagian besar dapat menemukan produk atau layanan apa pun dengan harga yang bersedia mereka bayar.

 

 

Sumber: investopedia.com