Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Tentang Merger dan Akuisisi – M&A

Tentang Merger dan Akuisisi – M&A

ilustrasi merger dan akuisisi, mergers and acquisitions

Apa Itu Merger dan Akuisisi – M&A?

Merger dan akuisisi (M&A) adalah istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan konsolidasi perusahaan atau aset melalui berbagai jenis transaksi keuangan, termasuk merger, akuisisi, konsolidasi, penawaran tender, pembelian aset, dan akuisisi manajemen.

Istilah M&A juga merujuk pada pekerjaan di institusi keuangan yang menangani aktivitas tersebut.

Baca juga: Tentang Memorandum of Understanding (MOU)

KUNCI PENTING

  • Istilah merger dan akuisisi (M&A) secara luas merujuk pada proses penggabungan satu perusahaan dengan perusahaan lain.
  • Dalam akuisisi, suatu perusahaan membeli perusahaan lainnya secara langsung. Perusahaan yang diakuisisi tidak mengubah nama atau struktur hukumnya tetapi sekarang perusahaan tersebut dimiliki oleh perusahaan induk.
  • Merger adalah gabungan dari dua perusahaan, yang kemudian membentuk badan hukum baru di bawah satu nama perusahaan.
  • Kesepakatan merger dan akuisisi menghasilkan keuntungan yang cukup besar untuk industri investasi perbankan, tetapi tidak semua kesepakatan merger atau akuisisi tercapai.
  • Setelah melakuan merger, beberapa perusahaan mengalami kesuksesan dan pertumbuhan besar, sedangkan yang lain gagal secara spektakuler.

 

Esensi Merger

Istilah “merger” dan “akuisisi” sering digunakan secara bergantian, meskipun dalam kenyataannya, keduanya memiliki arti yang sedikit berbeda. Ketika suatu perusahaan mengambil alih perusahaan lain, dan menetapkan dirinya sebagai pemilik baru, pembelian tersebut disebut akuisisi. Dari sudut pandang hukum, perusahaan target tidak ada lagi, perusahaan yang menajdi pembeli akan mengabsorpsi bisnis, dan saham perusahaan pembeli akan terus diperdagangkan, sementara saham perusahaan target berhenti diperdagangkan.

Sebaliknya, merger menggambarkan dua perusahaan dengan ukuran yang kurang lebih sama, yang bergabung untuk bergerak maju sebagai entitas baru, daripada tetap dimiliki dan dioperasikan secara terpisah. Tindakan ini dikenal sebagai “merger of equals”. Saham kedua perusahaan tersebut diserahkan dan saham perusahaan baru dikeluarkan sebagai gantinya. Contoh kasus: baik Daimler-Benz dan Chrysler tidak ada lagi ketika kedua perusahaan tersebut bergabung, dan sebuah perusahaan baru, Daimler Chrysler, didirikan. Kesepakatan pembelian juga akan disebut merger ketika kedua CEO setuju untuk bergabung bersama demi kepentingan terbaik kedua perusahaan mereka.

Transaksi yang tidak bersahabat (“hostile takeover”), dimana perusahaan target tidak ingin dibeli, selalu dianggap sebagai akuisisi. Sebuah kesepakatan semaca itu dapat diklasifikasikan sebagai merger atau akuisisi, ditentukan berdasarkan apakah akuisisi tersebut bersahabat atau tidak dan bagaimana hal itu diumumkan. Dengan kata lain, perbedaannya terletak pada bagaimana kesepakatan itu dikomunikasikan kepada dewan direksi, karyawan, dan pemegang saham perusahaan target.

 

Jenis Merger & Akuisisi

Berikut adalah gambaran singkat dari beberapa transaksi umum yang termasuk dalam payung M&A:

Merger

Dalam merger, dewan direksi dari dua perusahaan menyetujui penggabungan tersebut dan meminta persetujuan pemegang saham. Setelah dilakukan merger, perusahaan yang diakuisisi tidak ada lagi dan menjadi bagian dari perusahaan yang mengakuisisi. Misalnya, pada tahun 1998 terjadi kesepakatan merger antara Digital Computer dan Compaq, dimana Compaq mengabsorpsi Digital Computer. Compaq kemudian bergabung dengan Hewlett-Packard pada 2002. Simbol ticker pra-merger Compaq adalah CPQ. Ini digabungkan dengan simbol ticker (HWP) Hewlett-Packard untuk membuat simbol ticker (HPQ) saat ini.

Akuisisi

Dalam akuisisi sederhana, perusahaan yang mengakuisisi memperoleh saham mayoritas di perusahaan yang diakuisisi, yang tidak mengubah namanya atau mengubah struktur hukumnya, dan seringkali mempertahankan simbol saham yang ada. Contoh transaksi ini adalah akuisisi John Hancock Financial Services oleh Manulife Financial Corporation tahun 2004, dimana kedua perusahaan tersebut mempertahankan nama dan struktur organisasi mereka. Akuisisi dapat dilakukan dengan menukar saham satu perusahaan dengan perusahaan lain atau menggunakan uang tunai untuk membeli saham perusahaan target.

Konsolidasi

Konsolidasi menciptakan perusahaan baru dengan menggabungkan bisnis inti dan meninggalkan struktur perusahaan lama. Pemegang saham kedua perusahaan harus menyetujui konsolidasi, dan perjanjian setelahnya, menerima saham ekuitas di perusahaan baru. Misalnya, pada tahun 1998, Citicorp dan Traveller’s Insurance Group mengumumkan konsolidasi, yang menghasilkan Citigroup.

Penawaran Tender

Dalam penawaran tender, suatu perusahaan menawarkan diri untuk membeli saham perusahaan lain yang beredar, dengan harga tertentu dan bukan harga pasar. Perusahaan yang mengakuisisi mengkomunikasikan penawaran secara langsung kepada pemegang saham perusahaan lain, melewati manajemen dan dewan direksi. Misalnya, pada tahun 2008, Johnson & Johnson membuat penawaran tender untuk mengakuisisi Omrix Biopharm Pharmaceuticals sebesar $438 juta. Sementara perusahaan yang mengakuisisi mungkin terus ada – terutama jika ada pemegang saham tertentu yang berbeda pendapat – sebagian besar penawaran tender menghasilkan merger.

Akuisisi Aset

Dalam akuisisi aset, satu perusahaan secara langsung memperoleh aset perusahaan lain. Perusahaan yang asetnya diakuisisi harus mendapat persetujuan dari pemegang sahamnya. Pembelian aset biasanya terjadi selama proses kebangkrutan, dimana suatu perusahaan menawar berbagai aset perusahaan yang pailit, yang dilikuidasi setelah pengalihan akhir aset ke perusahaan yang mengakuisisi.

Akuisisi Manajemen

Dalam akuisisi manajemen, yang juga dikenal sebagai management-led-buyout (MBO), eksekutif perusahaan membeli saham pengendali di perusahaan lain, dan menjadikannya sebagai saham pribadi. Mantan eksekutif ini sering bermitra dengan pemodal atau mantan pejabat perusahaan, dalam upaya membantu mendanai transaksinya. Transaksi M&A semacam ini biasanya dibiayai secara tidak proporsional dengan hutang, dan mayoritas pemegang saham harus menyetujuinya. Misalnya, pada tahun 2013, Dell Corporation mengumumkan bahwa mereka diakuisisi oleh chief executive manager, Michael Dell.

 

Struktur Merger

Merger dapat disusun dengan berbagai cara, berdasarkan hubungan antara dua perusahaan yang terlibat dalam kesepakatan.

  • Merger horizontal: Dua perusahaan yang berada dalam persaingan langsung dan berbagi lini produk dan pasar yang sama.
  • Merger vertical: Pelanggan dan perusahaan atau pemasok dan perusahaan. Seperti pemasok cone yang bergabung dengan perusahaan pembuat es krim.
  • Merger kongenerik: Dua bisnis yang melayani basis konsumen yang sama dengan cara berbeda, seperti pabrik TV dan perusahaan kabel.
  • Merger Penggaperluasan-pasar: Dua perusahaan yang menjual produk yang sama di pasar yang berbeda.
  • Merger ekstensi-produk: Dua perusahaan yang menjual produk yang berbeda tetapi terikat di pasar yang sama.
  • Konglomerasi: Dua perusahaan yang tidak memiliki area bisnis yang sama.

Merger juga dapat dibedakan dengan mengikuti dua metode pembiayaan – masing-masing dengan konsekuensi tersendiri bagi investor.

  • Merger Pembelian: Seperti namanya, merger jenis ini terjadi ketika satu perusahaan membeli perusahaan lain. Pembelian dilakukan dengan uang tunai atau melalui penerbitan beberapa jenis instrumen hutang. Penjualan tersebut dikenakan pajak, yang menarik perusahaan yang mengakuisisi, yang menikmati keuntungan pajak. Aset yang diakuisisi dapat ditulis menjadi harga pembelian aktual, dan perbedaan antara nilai buku dan harga pembelian aset dapat terdepresiasi setiap tahun, dikurangi pajak yang harus dibayar oleh perusahaan yang mengakuisisi.
  • Merger Konsolidasi: Dengan merger ini, sebuah perusahaan baru akan terbentuk, dan kedua perusahaan dibeli dan digabungkan di bawah entitas baru. Persyaratan pajak sama dengan persyaratan merger pembelian.

 

Pertimbangan Khusus

Suatu perusahaan dapat membeli perusahaan lain dengan uang tunai, saham, asumsi hutang, atau kombinasi keduanya. Dalam kesepakatan yang lebih kecil, hal yang umum bagi satu perusahaan untuk memperoleh semua aset perusahaan lain. Perusahaan X membeli semua aset Perusahaan Y dengan uang tunai, itu berarti Perusahaan Y hanya akan memiliki uang tunai (dan hutang, jika ada). Tentu saja, Perusahaan Y hanya menjadi shell company dan pada akhirnya akan melikuidasi atau memasuki bidang usaha lain.

Kesepakatan akuisisi lain yang dikenal sebagai “reverse merger“ memungkinkan perusahaan swasta menjadi perusahaan publik dalam waktu yang relatif singkat. Reserve merger terjadi ketika sebuah perusahaan swasta yang memiliki prospek kuat dan ingin memperoleh pembiayaan membeli sell company yang terdaftar di bursa, tanpa operasi bisnis yang sah dan aset terbatas. Perusahaan swasta membalikkan merger menjadi perusahaan publik, dan bersama-sama mereka menjadi perusahaan publik yang sama sekali baru dengan saham yang dapat diperdagangkan.

 

Persoalan Penilaian

Kedua perusahaan yang terlibat di kedua sisi kesepakatan M&A akan menilai perusahaan target secara berbeda. Penjual jelas akan menghargai perusahaan dengan harga setinggi mungkin, sementara pembeli akan berusaha membelinya dengan harga serendah mungkin. Untungnya, sebuah perusahaan dapat dinilai secara obyektif dengan mempelajari perusahaan sejenis dalam suatu industri, dan dengan mengandalkan metrik berikut:

  1. Rasio Komparatif: Berikut ini adalah dua contoh dari banyak metrik komparatif yang menjadi dasar penawaran perusahaan yang mengakuisisi:

Price-Earnings Ratio (P/E Ratio): Dengan menggunakan rasio ini, perusahaan yang mengakuisisi membuat penawaran yang merupakan kelipatan dari pendapatan perusahaan target. Memeriksa P/E untuk semua saham dalam kelompok industri yang sama akan memberikan panduan yang baik bagi perusahaan yang mengakuisisi tentang berapa P/E target yang seharusnya.

Baca juga: Pembahasan Strategi Pemasaran

Enterprise-Value-to-Sales-Ratio (EV/Sales): Dengan rasio ini, perusahaan yang mengakuisisi membuat penawaran sebagai kelipatan dari pendapatan, lagi-lagi, sambil menyadari rasio harga-penjualan dari perusahaan lain di industri .

  1. Biaya Penggantian: Dalam beberapa kasus, akuisisi didasarkan pada biaya penggantian perusahaan target. Sederhananya, anggaplah nilai sebuah perusahaan hanyalah jumlah dari semua peralatan dan biaya stafnya. Perusahaan yang mengakuisisi secara harfiah dapat memerintahkan target untuk menjual pada harga tersebut, atau akan menciptakan pesaing dengan biaya yang sama. Tentu, butuh waktu lama untuk menyusun manajemen yang baik, memperoleh properti, dan membeli peralatan yang tepat. Metode penetapan harga ini tentu tidak akan masuk akal dalam industri jasa di mana aset utama – orang dan ide – sulit untuk dinilai dan dikembangkan.
  2. Discounted Cash Flow (DCF): Alat penilaian utama dalam M&A, Discounted Cash Flow atau analisis arus kas yang didiskontokan menentukan nilai perusahaan saat ini, sesuai dengan estimasi arus kas masa depan. Arus kas bebas yang diperkirakan (pendapatan bersih + depresiasi / amortisasi – pengeluaran modal – perubahan modal kerja) didiskontokan ke nilai sekarang menggunakan biaya modal rata-rata tertimbang atau weighted average costs of capital (WACC) perusahaan. Memang, DCF sulit dilakukan, tetapi hanya sedikit alat yang dapat menyaingi metode penilaian ini.

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda