Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Tentang Rasio Kecukupan Likuiditas

Tentang Rasio Kecukupan Likuiditas

Apakah Rasio Kecukupan Likuiditas itu?

Rasio cakupan likuiditas atau Liquidity Coverage Ratio (LCR) merujuk pada proporsi aset yang sangat likuid yang dimiliki oleh lembaga keuangan, untuk memastikan kemampuan berkelanjutan mereka demi memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio ini pada dasarnya adalah uji tekanan umum yang bertujuan untuk mengantisipasi guncangan di seluruh pasar dan memastikan bahwa lembaga keuangan tersebut memiliki penjagaan modal yang sesuai, untuk mengatasi gangguan likuiditas jangka pendek, yang mungkin mengganggu pasar.

Formula dan Perhitungan LCR

  1. LCR dihitung dengan membagi aset likuid berkualitas tinggi sebuah bank dengan total arus kas bersih, selama periode tekanan 30 hari.
  2. Aset likuid berkualitas tinggi hanya mencakup aset yang berpotensi tinggi untuk diubah dengan mudah dan cepat menjadi uang tunai.
  3. Tiga kategori aset likuid dengan tingkat kualitas berturut-turut menurun adalah level 1, level 2A, dan level 2B.

Baca juga: Memahami Asuransi Tanggung Gugat

 

KUNCI PENTING

  • LCR adalah persyaratan di bawah Basel III dimana bank diharuskan untuk memiliki sejumlah aset likuid berkualitas tinggi yang cukup untuk mendanai arus kas keluar selama 30 hari.
  • LCR adalah uji tekanan yang bertujuan untuk mengantisipasi guncangan pasar secara luas dan memastikan bahwa lembaga keuangan memiliki penjagaan modal yang sesuai untuk mengatasi gangguan likuiditas jangka pendek.
  • Tentu saja, kita tidak akan tahu apapun yang terjadi sampai krisis keuangan berikutnya jika LCR menyediakan cukup bantal keuangan untuk bank atau jika itu tidak mencukupi.

 

Apa yang dikatakan LCR kepada Anda?

LCR adalah hasil utama dari Basel Accord, yang merupakan serangkaian peraturan yang dikembangkan oleh The Basel Committee on Banking Supervision (BCBS). BCBS adalah grup yang terdiri dari 27 perwakilan dari pusat keuangan global utama. Salah satu tujuan BCBS adalah memberikan mandat kepada bank untuk memiliki tingkat tertentu dari aset yang sangat likuid dan mempertahankan tingkat solvabilitas fiskal tertentu untuk mencegah mereka meminjamkan hutang jangka pendek tingkat tinggi.

Akibatnya, bank diharuskan memiliki sejumlah aset likuid berkualitas tinggi yang cukup untuk mendanai arus kas keluar selama 30 hari. Tiga puluh hari dipilih karena diyakini bahwa dalam krisis keuangan, respons untuk menyelamatkan sistem keuangan dari pemerintah dan bank sentral biasanya akan terjadi dalam waktu 30 hari.

Dengan kata lain, jangka waktu 30 hari memungkinkan bank untuk memiliki bantalan uang tunai jika terjadi pelarian di bank selama krisis keuangan. Persyaratan 30 hari di bawah LCR juga memberikan waktu kepada bank sentral seperti Federal Reserve Bank untuk turun tangan dan menerapkan langkah-langkah korektif untuk menstabilkan sistem keuangan.

 

Penerapan LCR

LCR diimplementasikan dan diuji pada tahun 2011, tetapi minimum 100% penuh tidak diberlakukan hingga tahun 2015. Rasio kecukupan likuiditas berlaku untuk semua lembaga perbankan yang memiliki lebih dari $250 miliar dalam total aset terkonsolidasi atau lebih dari $10 miliar dalam neraca eksposur asing. Bank yang memenuhi persyaratan tersebut, sering disebut sebagai “Lembaga Keuangan Penting Secara Sistematis,” atau “Systematically Important Financial Institution (SIFI)”, mereka diharuskan untuk mempertahankan LCR 100%, yang berarti memiliki sejumlah aset yang sangat likuid dengan jumlah sama atau lebih besar dari arus kas bersihnya, selama 30-hari periode tekanan. Aset yang sangat likuid dapat mencakup uang tunai, obligasi Treasury atau hutang perusahaan.

 

Aset Likuid Berkualitas Tinggi

Aset likuid berkualitas tinggi hanya mencakup aset yang berpotensi tinggi untuk diubah dengan mudah dan cepat menjadi uang tunai. Seperti yang dikemukakan sebelumnya, tiga kategori alat likuid dengan tingkat kualitas berturut-turut menurun adalah level 1, level 2A, dan level 2B.

Berdasarkan Basel III, aset level 1 tidak didiskontokan saat menghitung LCR, sedangkan aset level 2A dan level 2B masing-masing memiliki diskon 15% dan 50%. Aset Level 1 termasuk saldo bank Federal Reserve, sumber daya asing yang dapat ditarik dengan cepat, sekuritas yang diterbitkan atau dijamin oleh entitas berdaulat tertentu, dan sekuritas yang diterbitkan atau dijamin oleh pemerintah AS.

Aset Level 2A termasuk sekuritas yang diterbitkan atau dijamin oleh bank pembangunan multilateral tertentu atau entitas berdaulat, dan sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan yang disponsori pemerintah AS. Aset Level 2B termasuk saham biasa yang diperdagangkan secara publik dan sekuritas hutang perusahaan tingkat investasi yang diterbitkan oleh perusahaan sektor non-keuangan.

Kesimpulan utama Basel III mengharapkan bank untuk menggunakan rumus tersebut adalah agar bank mencapai rasio leverage lebih dari 3%. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, Federal Reserve Bank Amerika Serikat menetapkan rasio leverage sebesar 5% untuk perusahaan induk bank yang diasuransikan, dan 6% untuk SIFI yang dijelaskan sebelumnya. Namun, sebagian besar bank akan berusaha mempertahankan modal yang lebih tinggi untuk melindungi diri dari kesulitan keuangan, bahkan jika itu berarti memberikan lebih sedikit pinjaman kepada peminjam.

 

Rasio LCR vs Rasio Likuiditas Lainnya

Rasio likuiditas adalah kelas metrik keuangan yang digunakan untuk menentukan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban hutang lancar tanpa meningkatkan modal eksternal. Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban hutang dan margin of safety melalui perhitungan metrik termasuk rasio lancar, rasio cepat, dan rasio arus kas operasi. Kewajiban lancar dianalisis dalam kaitannya dengan aset likuid untuk mengevaluasi kecukupan hutang jangka pendek dalam keadaan darurat.

Rasio kecukupan likuiditas adalah persyaratan dimana bank harus memiliki sejumlah aset likuid berkualitas tinggi yang cukup untuk mendanai arus kas keluar selama 30 hari. Rasio likuiditas mirip dengan LCR dalam hal mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya.

 

Keterbatasan LCR

Keterbatan LCR adalah fakta bahwa LCR mengharuskan bank untuk menyimpan lebih banyak uang tunai dan mungkin menyebabkan bank memberi lebih sedikit pinjaman kepada konsumen dan bisnis.

Keterbatasan lainnya adalah jika bank mengeluarkan lebih sedikit jumlah pinjaman, hal tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat karena perusahaan yang membutuhkan akses ke hutang untuk mendanai operasi dan ekspansi mereka tidak akan memiliki akses ke modal.

Di sisi lain, batasan lainnya adalah bahwa kita tidak akan tahu sampai krisis keuangan berikutnya jika LCR menyediakan cukup bantal keuangan untuk bank atau jika tidak cukup untuk mendanai arus kas keluar selama 30 hari. LCR adalah uji tekanan yang bertujuan untuk memastikan bahwa lembaga keuangan memiliki modal yang cukup selama terjadinya gangguan likuiditas jangka pendek.

Baca juga: Definisi Liabilitas

 

Contoh LCR

Sebagai contoh, mari kita asumsikan bank ABC memiliki aset likuid berkualitas tinggi senilai $55 juta dan $35 juta dalam antisipasi arus kas bersih, selama periode tekanan 30 hari:

  • LCR dihitung dengan $55 juta/$35 juta.
  • LCR Bank ABC adalah 1,57, atau 157%, yang berarti memenuhi persyaratan Basel III.

 

Sumber: investopedia.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda