Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Mengenal Risk/Reward Ratio Trading Forex

Risk Reward RatioAda yang mengatakan bahwa kunci sukses dalam trading forex bukanlah profit terus menerus dari setiap trading yang dilakukan,

melainkan terletak pada kemampuan trader memilih peluang dengan Risk/Reward Ratio paling optimal. Bahkan dalam buku “Day Trading And Swing Trading the Currency Market”, trader terkenal Kathy Lien memasukkan bahasan sekilas mengenai Risk/Reward Ratio dalam kategori bagian mengenai manajemen risiko yang perlu dilakukan oleh setiap trader dalam kondisi pasar apapun.

Apa itu Risk/Reward Ratio?

Risk/Reward Ratio ialah rasio yang menunjukkan seberapa besar seorang trader bersedia untuk merugi dan seberapa besar keuntungan yang diinginkannya. Pada umumnya, Risk/Reward Ratio yang diambil oleh seorang trader minimal 1:2, atau lebih dari itu.

Bagaimana penerapannya?

Misalkan Risk/Reward Ratio 1:2, maka apabila trader menetapkan stop loss pada jarak 10 pips dari harga awal, target profitnya dipasang pada jarak 20 pips. Atau sebaliknya, ingin dapat profit sebesar 30 pips dari harga awal, maka stop loss diletakkan di jarak 15 pips. Dengan demikian, satu kali loss bisa ditutup dari profit (yang harapannya diperoleh) di posisi trading berikutnya. Dalam kondisi ini, selama sistem trading yang dipakai trader memiliki kemungkinan menang (Win Rate) di atas 60%, maka profit jelas bakal diperoleh.

Ada tiga pokok penting dalam menerapkan Risk/Reward Ratio trading forex:

1. Besaran Risk Reward Ratio 1:2 atau lebih.

Sangat tidak disarankan untuk menetapkan Risk/Reward Ratio 1:1, karena artinya peluang trading yang diambil itu terlalu berisiko, dan tak ada peluang untuk “menutup rugi” yang diderita sebelumnya.

2. Semakin tinggi Risk/Reward Ratio, belum tentu semakin baik.

Tentu saja, jika Anda bisa profit 100 dolar hanya dengan “mengorbankan” 10 dolar, maka itu lebih baik ketimbang berkorban 50 dolar bukan? Jadi antara Risk/Reward Ratio 1:5 dan 1:10, maka lebih baik 1:10? Memang demikian, tetapi hanya bila Anda menetapkan Risk/Reward Ratio secara fair dan objektif.

Akan sangat tidak masuk akal bila Anda memasang Risk/Reward Ratio 1:10 untuk mendapatkan profit 100 pips setelah satu tahun berlalu. Dalam masa itu, kondisi pasar forex berubah-ubah, dan Risk/Reward Ratio bisa jadi lebih condong ke arah rugi ketimbang perkiraan awal. Selain itu, mempertahankan posisi trading floating sedemikian lamanya berarti Anda mengorbankan peluang untuk mendapatkan profit dari peluang trading lainnya. Anda perlu menetapkan Risk/Reward Ratio yang fair, tidak diubah-ubah dari waktu ke waktu, dan benar-benar bisa dicapai.

3. Target utama untuk menimbang risiko.

Tujuan Risk/Reward Ratio solid adalah guna mencegah Anda membuka posisi trading di mana proyeksi keuntungan tidak setimpal dengan risikonya, serta menghindari kerugian yang Anda tak mampu untuk menanggungnya. Ingat-ingat selalu kedua tujuan ini, agar bisa menetapkan Risk/Reward Ratio trading forex yang tepat.

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda